Rabu, 25 Desember 2013

Perjanjian KERAJAAN DURI Dan KERAJAAN LUWU Periode PAKE PASALIN ( Raja Duri Ke III )



Male mokomu' mai nadigere'mo to manuk
ditoei to bulu pani'na napentiranni lako biring langi' to kagajaran
namengaro to ajena napengkaroi tama kampongta tanah Duri to kakassingan,
panna-pana nadipesakkanni to kada Aluk
saba' kada tongan napenjurrukki buku cokkongna
nalesei buku bambanna poka buku ulunna nacucu'i rarana......

Iyamo tee kada perjanjianna to tomatuanta pole tanah Duri sangpuloi
sibawa tonna disepakati to perbatasan sola warga tanah Luwu jao latimojong naiymo nadisnga Buntu Passaparan.....


Memang ada hubungan khusus antara luwu dan duri,,
hal ini tergambar dlam sbuah prjanjian pda masa pake pasalin (Raja Duri Ke-III) yg disampaikan oleh Pabbicaranya (Nene Bassaran)...


Yan’na Pole Lan Una’pa Mai To’mata Allo,Iyana Tang Balik To’Daun Jiong Luwu,To’Luwu Eda Na Wa’ding Ungrari Solata To,Duri.

Jawaban Ambe ( Pab’bicara) Saat Pengangkatan PAKE LAMBEH Sebagai Raja Duri Ke II


Kasigaikanmi To’Kumua Kamu To’Tang Di Paendek Sang Kamu To’Jao Kamu Tangke Lamba,Tang N Iri Angin,Tang Nasimbo Lalinlin,To’Di Rande Pala,To’Di  Anna Bulawan

PAKE LAMBEH ( Raja Duri Ke II ) Tugas Raja Adalah:



1.Pemariwang’ngi i To Padang
2.Pekacol’li i To Daun Kaju
3.Lampe Mariri i Pareta
4.Lampe Macinnongngi I Wainta
5.Lampe Kambuai i Wainta
6.Lampamaroai i Kampongta.

Minggu, 10 November 2013

247 SUKU DI INDONESIA YA DI AKUI ( SALAH SATUNYA SUKU DURI )

D.
Suku Duri adalah SUKU yang terletak di daerah utara Kab.Enrekang.SUKU DURI di tandai dgn hadirnya TALLU BATU PAPAN yang biasa juga di kenal dengan nama KERAJAAN DURI.SUKU DURI punya adat istiadat tersendiri yakni pakaian adat,bahasa dan rumah adat tersendiri.SUKU DURI ( KERAJAAN DURI ) dahulu kala berada di daerah MALUA atau SWAPRAJA MALUA dan sekarang jadi Kec.Malua, BUNTU BATU atau SWAPRAJA BUNTU BATU sekarang jadi Kec.Buntu Batu dan ALLA atau SWAPRAJA ALLA sekarang Kec.Alla.
Namun karena innvasi belanda dan pemberontakan ABDUL KAHAR MUZAKKAR saat itu sehingga KERAJAAN DURI dikomprontir oleh politik rekaya sosial sejarah menjadi tiga kecamatan induk Anggeraja, Baraka, dan Alla.

Selasa, 17 September 2013

NAMA-NAMA URUTAN PEMIMPIN TANGKE RI SOSSOK GARONTO RI MALUA ( ANGGERAJA )

   Dahulu kala dimana KERAJAAN TALLU BATU PAPAN  yang biasa juga di kenal dengan nama  KERAJAAN DURI masing2 punya wilayah kekuuasaan yang kemudian di antara tiga kerajaan yang ada pada saat itu di tanah duri tidak berhak memerintah dan punya kekuasaan di daerah orang lain tanpa ada musyawarah yang di lakukan kerajaaan.RAJA MALUA ( MATARAN ) ,RAJA BUNTU BATU ( MATASAK ) & RAJA ALLA ( MALABIH ).punya batasan wilayah masing-masing pada saat PAKE PASALIN selaku raja pertama di tanah duri duri membagi tiga kekuasan kepada  tiga anaknya.
     Daerah SOSSOK yang sekarang sudah di kenal dengan nama KELURAHAN MATARAN dahulunya adalah pusat pemerintahan anggeraja makanya karena orang dulu tidak kenal yang namanya  anggeraja karena nanti setelah belanda masuk ke-enrekang barulah ada nama daearah yang di kenal dengan nama anggeraja tetapi yang orang kenal dan masuk dalam wilayah administrasi KERAJAAN MALUA adalah SOSSOK.sehingga  daearah SOSSOK ( ANGGERAAJA ) pun di perintah oleh pemangku adat KERAJAAAN MALUA yakni 
                  1.PUANG DAENG SIKALLA MALUA
                  2. PUANG KUPI
                  3. PUANG GENTO
                  4.TJORA ARU SOSSOK
                   5.H.ANDI LIU
      Manuskrip ini adalah sebuah gado-gado RAMPUNAN KADA semata anak baru kemarin yang cinta akan budaya sendiri.dengan kata lain mendingan bicara & menuangkan gagasan,ide ketimbang mencari akar permasalahaan untuk saling memojookan tetapi tidak mampu berbuat yang hanya bisa tau mengkritik tapi tidak mampu menjaga & menjunjung nilai  budaya daripada para bterdahulu. 


Minggu, 02 Juni 2013

Batu Nisan Kerajaan Duri Dicuri


ENREKANG– Kasus pencurian batu nisan purbakala di Desa Bolong, Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang, mulai meresahkan warga. Pasalnya, batu nisan yang diincar oknum yang tidak bertanggung jawab itu adalah batu nisan kuburan peninggalan Kerajaan Duri. Datan, 75, warga Desa Bolang, kepada sejumlah wartawan, kemarin, menjelaskan pencurian itu mulai marak sejak tiga bulan terakhir. Namun sampai saat ini belum satu pun pelaku yang diamankan aparat.Barang-barang yang menjadi incaran pencuri, selain batu nisan kuburan, ada pula peti mayat serta guci peninggalan Kerajaan Duri atau Kerajaan Bolong yang dimakamkan bersama pemiliknya.

“Kejadian ini sudah tiga bulan terakhir berlangsung, tetapi belum ada yang ditangkap. Mereka biasanya beraksi pada malam hari, sementara letak kuburan jauh dari perkampungan,” jelas Datan.

Menurut Datan, dalam kurun waktu tiga bulan, sudah ada 20 batu nisan beserta peti mayat yang raib dari makam zaman purbakala itu. Ia mengaku sulit melakukan pengawasan karena kuburannya terletak di atas tebing.
Kuburan tersebut merupakan kuburan milik keluarga kerajaan yang memimpin wilayah Tellu Batu Papan (Wilayah Alla, Malua dan Buntu Batu).
Ketua Forum Enrekang, Udin Garing Syamsul Alam menduga pelaku pencurian merupakan sindikat yang selalu menjual barang antik keluar negeri.
Udin bahkan menunjuk kuburan milik Raja Nene Adea Pune berukuran 3×4 m, tinggi sekitar 50 cm, dengan batu nisan berukuran 2 meter berhias ukiran kerajaan, termasuk benda purbakala yang diminati pemburu benda purbakala.

“Ini tidak bisa didiamkan, agar bukti-bukti sejarah Enrekang bisa terjaga dan disaksikan generasi mendatang,” ujarnya. (pl04)