Senin, 19 Januari 2015

ASAL USUL DARAMANG ( PUANG RAHIM ) CUCU MARUPA PUANG RAJA LUMBAJA/BAROKO


Asal Usul Raja Kerajaan Duri

PART 1

Disadur Dari Lontara Duri
      
      Dikisahkan Suatu Ketika di salah satu puncakLatimojong yakni puncak Batu Bolong terjadi hujan yang sangat lebat, padahal saat itu cuara cerah, sekitar pukul sembilan dan sepuluh pagi hujan reda kemudian disusul munculnya pelangi dari rumpunan bambu berselang beberapa saat kemudian nampaklah seorang laki-laki duduk bersila sepertiseorang pertapa dibawah rumpunan bambu tempat pelangi memancar. lelaki itu keheranan sambil menoleh kekanan dan ke kiri dan mamandang seluruh jagat raya, pemandangan ari puncak gunung itu dinikamtinya, dipundak lelaki itu terdapat sebilah parang panjang pemberian sang ayah sebagai bekal pengembaraanya, "seorang lelak tanpa parang panjang tidakada apa-apanya" pesan sang ayah kepadanya, mengapa karena parang itu sangat membantu dalam pengembaraannya.
       Sang lelaki itu menuruskan perjalannya menuruni lembah gunung hingga saat dia lelah di mencari goa untuk untuk istrahat melapaskan penat tubuhnya namun di tidak menyadari bahwa goa yang ditempati itu adalah mulut ular besar yang sedang menganga dalam keadaan tertidur karena kelelehan sang lelaki itupun juga tertidur. beberapa saat kemudian saat ular besar itu terbangun dia mencari air untuk minum, Lalu ular itu menelusuri lembah sampailah dia di sungai yang jernih airnya karena ular besar itu gatal lahernya akibat adanya orang didalam maka batuklah ular itu, seketika terlemparlah orang tersebut dari mulutnya tepatnya dia terdampar di Sungai Malua anak dari sungat mata Allo dan sungai Saddang hulu sungai Malua berada pada kaki gunung sinaji atau lebih dikenal dengan uluwai.
       Dahulu Uluwai disebut Ulunna Duri. ikko'na (polluna) tallulembang na,ongkona bone, pengkaroan manukkunai luwu (Abdullah 1986:5) adapun orang yang terlempar dari mulut ular besar itu juga sangat kehausan sehingga langsung minum dan mandi disungai tersebut, lalu lelaki itu melanjutkan perjalanannya menyusuri sungai kerah barat, kemudian membelok keselatan dengan harapan dapat menemukan manusia di bumi untuk bergaul dengannya.
       Perjalanannya menyusuri sungai tiba-tiba dia menemukan seorang gadis duduk diatas batu dengan menjuruskan kakinya ke air sambil terus menyisir rambutnya. dalam pandangan lelaki itu gadis tersebut sangat cantik jelita yang membuat dia tertegun bercampur heran.
       Masih dalam suasana heran dan kagum dia perlahan-lahan mendekati wanita tersebut, tiba-tiba wanita itu kaget dan menjerit sehingga sisirnya terlepas dari tangannya dengan sangat cekatan lelaki itu menyambar sisir yang jatuh, tapi naas baginya parangnya justru jatuh kedalam sungai yang airnya deras dan dalam. sambil tetap memegang sisir lelaki itu menyelam mencari parangnya namun usahanya tidak membuahkan hasil.